
Dipuji sejak awal rilisnya di industri game, Bioshock memang tumbuh
menjadi salah satu franchise game FPS terbaik di industri game.
Bagaimana tidak? Ketika sebagian besar developer dan publisher terpaku
untuk mengekor kesuksesan game-game military shooter di pasaran yang
kini mulai berubah menjadi sebuah genre mainstream, Bioshock menawarkan
sesuatu yang jauh lebih dalam. Tidak hanya memompa adrenalin Anda lewat
mekanisme gameplay aksinya yang memang didesain dengan baik, Bioshock
juga terkenal lewat sisi plot-nya yang pantas untuk diacungi jempol.
Memasuki ranah psikologi dan pemikiran filosofis, Bioshock tetap mampu
membungkusnya dalam sebuah plot yang tidak hanya akan membuat gamer
menikmati, tetapi juga terus bertanya-tanya secara konsisten. Pesona
yang kembali berhasil dihadirkan oleh Ken Levine dan Irrational Games
dalam seri terbaru – Bioshock Infinite.
Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah
memiliki sedikit gambaran tentang apa yang ditawarkan oleh Bioshock
Infinite ini. Tidak hanya tampil memanjakan mata lewat kualitas
visualisasi dan desain Columbia yang memanjakan mata, Bioshock Infinite
tampaknya tetap mengakar pada identitas franchise-nya selama ini.
Bertahan dengan temanya yang terhitung “berat” untuk diproses secara
nalar, Bioshock Infinite berhasil meninggalkan kesan pertama yang
mendalam, tidak hanya dari sisi gameplay, tetapi juga karena kemampuan
Irrational untuk menciptakan sebuah cerita yang bahkan lebih baik
dibandingkan sebagian besar film-film Hollywood raksasa yang tersebar di
pasaran saat ini.
Ada begitu banyak alasan untuk jatuh cinta pada Bioshock Infinite dan
akhirnya terperangkap di Columbia bersama Elizabeth. Lantas, apa yang
sebenarnya membuat kami – JagatPlay tidak bisa melepaskan pandangan dari
game yang satu ini? Apa yang membuat kami menyebutnya sebagai sebuah
mahakarya yang sempurna, sebuah game tanpa cela? Review ini akan
mengupasnya lebih dalam.
Plot
Anda
akan berperan sebagai Booker Dewitt – seorang detektif swasta yang
mengemban satu tugas sederhana – membawa Elizabeth keluar dari Columbia.
Diterpa hujan badai dan laut yang mulai beringas, seorang detektif
swasta yang juga menjadi karakter utama Anda – Booker Dewitt tengah
menuju sebuah mercusuar aneh yang berdiri megah di tempat yang
terpencil. Tugasnya sangat sederhana – mencari seorang target bernama
Elizabeth dan membawanya pulang dengan selamat. Semuanya dilakukan untuk
satu kalimat sederhana yang dicetuskan oleh sang klien yang meminta
jasanya – “Berikan kepada kami gadis itu, maka utang-utangmu akan
terhapuskan..”. Sebuah motif misterius yang cukup untuk membuat Booker
siap untuk melakukan apapun. Namun untuk menyelesaikan tugasnya yang
satu ini dan menemukan Elizabeth, Booker harus berangkat ke sebuah dunia
yang baru dan berbeda. Booker harus menuju ke Columbia.
Welcome to Columbia!
Walaupun
secara kasat mata Columbia terlihat seperti utopia, namun kota yang
melayang di angkasa ini ternyata menyimpang segudang masalah sosial yang
membuatnya kian rapuh.
Anehnya,
Comstock seolah sudah memprediksikan kedatangan Anda jauh-jauh hari.
Sejak awal kehadirannya, Booker sudah dicitrakan sebgai musuh terbesar
Columbia – yang mereka sebut sebagai nabi yang palsu. Comstock bahkan
mengetahui detail hingga bentuk tatoo di tangan Booker.
Selamat datang di Columbia, sebuah kota utopia yang tidak hanya
sekedar melayang megah di angkasa, tetapi juga memiliki standar nilai
agama dan sosial yang berbeda di dunia bawah – yang mereka sebut sebagai
“Sodom”. Dipimpin oleh seorang nabi yang bernama Zachary Comstock,
Columbia merepresentasikan sebuah dunia awal tahun 1900-an yang memang
terlihat indah secara kasat mata, namun mengandung segudang masalah di
bawah permukaan. Beragama secara fanatik, dipimpin oleh seorang nabi
yang diktator, propaganda patriotik yang terus berkumandang jelas,
rasisme terhadap golongan di luar kulit putih, dan bau pemberontakan
yang mulai tercium memang memperlihatkan Columbia yang rapuh. Namun
masalah terbesar yang akan dihadapi oleh Columbia baru saja tiba. Sebuah
masalah bernama “Booker Dewitt”.
Terkurung
di dalam sebuah menara yang dijaga oleh sebuah monster besar bernama –
Songbird, Elizabeth bukanlah sosok wanita “biasa”.
Apa
yang akan Anda lakukan ketika untuk pertama kalinya, Anda dapat mencium
dan merasakan udara bebas? Perasaan inilah yang tampaknya menyelimuti
Elizabeth.
Elizabeth menyimpan sebuah kekuatan luar biasa yang tentu saja membuatnya menjadi fokus Bioshock Infinite itu sendiri.
Mengikuti instruksi utamanya untuk menyelamatkan Elizabeth yang
ditawan di dalam sebuah menara bernama – Siphon, Columbia secara
mengejutkan ternyata sudah “menantikan” kehadiran Booker. Lewat
serangkaian poster dan brosur yang menyebar luas, Booker diposisikan
sebagai musuh masyarakat yang harus dimusnahkan secepat mungkin.
Comstock sendiri menyebutnya sebagai “False Sheperd” – atau sang gembala
sesat. Bertempur melawan para pasukan keamanan Columbia, Booker
akhirnya bertemu dengan sosok Elizabeth untuk pertama kalinya. Dikurung
di Siphon seumur hidupnya, Booker memang menjadi satu-satunya jalan bagi
Elizabeth untuk mengecap udara bebas Columbia untuk pertama kalinya.
Namun Elizabeth bukanlah sosok wanita biasa yang selama ini diperkirakan
oleh Booker. Dijaga oleh sebuah makhluk besar bernama Songbird,
Elizabeth juga memperlihatkan kemampuan luar biasa yang tidak mungkin
dilakukan oleh manusia biasa.
Rosalind dan Robert Lutece akan menjadi salah satu daya tarik misteri terbesar dari Bioshcok Infinite.
The battle of Columbia started!
Mampukah Booker menyelamatkan Elizabeth? Siapa sebenarnya pula wanita
dengan kemampuan yang luar biasa ini? Mengapa Comstock mampu
memprediksikan hadirnya ancaman dari Booker? Siapa pula sang klien utama
yang meminta Booker melewati tugas berbahaya yang satu ini? Semua
pertanyaan ini akan dapat Anda jawab dengan memainkan Bioshock Infinite
ini.
Prepare to be mind-blown!
Klik link dibawah untuk download Game
Download .Game
Kamu butuh uTorrent untuk download .torrent files. jika belum punya bisa klik link dibawah
Download uTorrent
Sekian Happy Gaming vrohh :D